ZONAJAKARTA.com - Muhammad Harist (20) tidak punya ayah untuk diandalkan dan tidak punya banyak uang untuk kursus persiapan tes.
Yang ia punya adalah tekad, dan ia memanfaatkan apa yang ada termasuk rutin datang ke Koramil 06/Indrapuri untuk meminta arahan langsung dari personel TNI.
Hasilnya, pemuda dari Gampong Meunara, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar itu dinyatakan lulus Sidang Pemilihan Calon Tamtama Prajurit Karier (Cata PK) TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 pada 11 Juli 2026.
Ia akan memulai pendidikan di Pusat Pendidikan Perhubungan (Pusdikhub), Cimahi, Jawa Barat, pada 16 Juli 2026.
Harist lahir pada 12 Maret 2006 sebagai anak kedua dari dua bersaudara.
Ayahnya, Sanusi, seorang petani, sudah meninggal.
Ia diasuh oleh ibunya, Wardati, seorang ibu rumah tangga yang membesarkan dua anak sendirian.
Harist menempuh pendidikan di SD Negeri Lam Ilie Indrapuri, lanjut ke MTsN 1 Aceh Besar, dan menyelesaikan pendidikan menengah di SMKN 1 Al Mubarkeya jurusan Teknik Komputer dan Jaringan pada tahun 2025.
Setahun setelah lulus SMK, mimpinya menjadi prajurit TNI AD terwujud.
Danramil 06/Indrapuri Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Kapten Infanteri Rais, mengakui bahwa Harist adalah pemuda yang tidak segan datang langsung ke Koramil untuk meminta bimbingan, sesuatu yang tidak semua calon pendaftar lakukan.
"Harist sering datang ke Koramil untuk bertanya dan meminta arahan mengenai persiapan seleksi prajurit TNI AD.
Artikel Terkait
Maharaja Lela Malaysia Dipastikan Ompong tanpa Rudal Utama, Panglima ATM Ungkap Butuh 3 Tahun Gantikan NSM
Media Paman Sam Sentil Kedekatan Indonesia-India Usai Kesepakatan Rudal BrahMos: Potensi Jalan Ketiga Kerja Sama Pertahanan AS dan China
Belum Resmi tapi Menggiurkan, Indonesia Dibidik Jadi Pusat Produksi dan MRO Scorpene untuk Negara Lain
Dari 272 Peserta 26 Negara, Kolonel Hukum TNI AD Ini Terpilih Wawancara Langsung dengan Presiden NDU Pakistan